Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Transisi Energi

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | RatuDunianews.com – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan transisi energi bersih dan terbarukan dengan membentuk satuan tugas khusus. Satgas ini bertugas mempercepat berbagai program energi baru, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga konversi energi di sektor transportasi.

Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan hingga 100 gigawatt pembangkit listrik tenaga surya dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat,” kata Bahlil usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Bahlil, Presiden meminta program tersebut dikerjakan dalam waktu relatif singkat. Pemerintah menargetkan percepatan transisi energi dapat terlihat dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

“Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa maksimal 3–4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” ujar Bahlil.

Percepatan itu juga mencakup konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi pembangkit listrik tenaga surya. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menekan beban subsidi listrik pemerintah.

“Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita,” kata Bahlil.

Menteri Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menambahkan percepatan transisi energi juga bertujuan mengurangi ketergantungan impor energi di tengah fluktuasi harga global.

“Pak Presiden meminta agar beberapa menteri terkait mempercepat pelaksanaan ini sehingga ketergantungan kita terhadap impor dan terhadap harga yang cepat berubah itu bisa dikurangi,” ujar Brian.

Selain pengembangan energi surya, pemerintah juga mendorong konversi kompor LPG ke kompor listrik. Kebijakan itu diharapkan dapat menekan beban subsidi LPG dalam anggaran negara.

“Ketergantungan kita terhadap LPG subsidi harus kita kurangi sehingga APBN kita lebih stabil,” kata Brian.

READ  Hangtuah Tumbang, Cacing Tetap Puji Permainan Anak Asuhnya

Pemerintah menilai percepatan transisi energi tidak hanya penting untuk memperluas penggunaan energi ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menuju kedaulatan energi nasional.

Berita Terkait

Polri Siapkan Penitipan Kendaraan Gratis saat Mudik Lebaran

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:36

Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Transisi Energi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:33

Polri Siapkan Penitipan Kendaraan Gratis saat Mudik Lebaran

Berita Terbaru