YOGYAKARTA|RDN – Pengerjaan jalan tol Yogya–Solo segmen Purwomartani–Prambanan kini telah mencapai sekitar 95 persen. Saat ini, pembangunan memasuki tahap perapihan dan pemasangan pembatas jalan sebagai persiapan pembukaan jalur fungsional pada masa mudik Lebaran 2026.
Manager Pengendalian Proyek Tol Yogya–Solo Paket 1.2, Bachtiar Yusuf, mengatakan pekerjaan pengecoran jalan utama pada segmen tersebut telah rampung. Pekerjaan yang tersisa hanya berupa perapihan serta pemasangan perlengkapan keselamatan jalan.
“Bisa dibilang sudah 95 persen. Sekarang tinggal perapihan saja. Untuk pengamanan jalur fungsional, kami menyediakan guardrail di beberapa titik sepanjang kurang lebih 10–11 kilometer. Sisanya sekitar 1 kilometer masih menggunakan tolo-tolo dan water barrier,” ujar Bachtiar di sela pengecekan proyek, Rabu (11/3/2026).
Selain pemasangan pembatas jalan, pengelola juga telah menyiapkan rambu-rambu sementara di sepanjang jalur fungsional. Rambu tersebut antara lain rambu batas kecepatan, larangan mendahului, serta larangan berhenti.
Bachtiar memastikan saat jalur fungsional dibuka nanti, ruas tol Yogya–Solo segmen Purwomartani–Prambanan sudah terbebas dari aktivitas pekerjaan konstruksi sehingga aman dilalui pemudik.
Ke depan, operator tol juga akan menerapkan skema peralihan jalur pada ruas Yogya–Solo atau yang disebut jalur B, yang selama ini melayani kendaraan dari Daerah Istimewa Yogyakarta menuju Jawa Tengah.
Dengan skema tersebut, kendaraan golongan I nonbus dari arah Yogyakarta akan dialihkan menuju jalur Solo–Yogya atau jalur A.
“Tadi seperti yang kita lewati di DST 41+500, ada peralihan jalur. Untuk kendaraan dari arah Yogya akan beralih dan melaju ke jalur operasional di Solo–Yogya,” jelasnya.
Diketahui, ruas tol Yogya–Solo segmen Purwomartani–Prambanan akan dibuka secara fungsional untuk mendukung arus mudik Lebaran mulai 16 hingga 29 Maret 2026. Jalur tersebut akan beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Bachtiar menambahkan, penggunaan jalur fungsional dari Purwomartani hingga Prambanan tidak dikenakan tarif atau gratis. Namun untuk ruas lain yang sudah beroperasi penuh, tarif tetap diberlakukan sesuai ketentuan.
“Jalur fungsional Purwomartani sampai Prambanan itu tanpa biaya. Tapi kalau dari arah Klaten ke Polanharjo atau Banyudono, tarif berlaku normal,” pungkasnya.
Jika Anda mau, saya juga bisa membuatkan versi lebih tajam ala berita media nasional (lebih padat + SEO + judul lebih kuat) yang biasanya dipakai portal berita.(Vio Sari)
