Gus Zainal Temukan Situs Kuno di Wonosobo Diduga Peninggalan Kerajaan Kalingga

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ratudunianews | WONOSOBO – Seorang pendakwah sekaligus pelopor kegiatan safari silaturahmi dan pengobatan gratis, Gus Zainal Santri Ndeso, mengungkapkan penemuan situs bersejarah di Dusun Kalianget, Desa Somogede, Kecamatan Wadas Lintang, Kabupaten Wonosobo. Situs tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-6 hingga ke-7 Masehi, atau pada masa kejayaan Kerajaan Kalingga di bawah pemerintahan Ratu Shima.

Gus Zainal dikenal luas karena dakwahnya yang mengangkat nilai sejarah, budaya, serta pelayanan pengobatan gratis tanpa komersial. Sebelum tiba di Wonosobo, ia telah melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Bali, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Madura, hingga Jawa Barat. Sebelumnya, ia juga melangsungkan safari di Kabupaten Kebumen.

Lahir di Desa Selo, Grobogan, daerah yang dikenal melahirkan banyak tokoh penting seperti Ki Ageng Selo, Gus Zainal merupakan pembina Majelis Istighotsah Padepokan Santri Ki Ageng Selo dan pendiri Komunitas Sahabat Santri Ndeso se-Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Kalianget, ia tidak hanya menemukan sumber mata air panas alami, tetapi juga temuan yang lebih bernilai sejarah: sebuah bangunan punden berundak yang tertimbun tanah. “Ini diduga merupakan peninggalan zaman Kerajaan Kalingga pada masa Ratu Shima. Punden berundak semacam ini dulunya menjadi tempat yang disucikan masyarakat Jawa Kuno sebelum masuknya agama Islam,” jelasnya.

Menurut keterangan Kepala Desa Somogede, Warso, berdasarkan cerita turun-temurun, sumber mata air tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang musafir bernama Ki Jadrana dari wilayah Bagelen, yang kini termasuk Kabupaten Purworejo. Jika dikelola dengan baik, situs dan pemandian ini berpotensi menjadi ikon wisata unggulan di Wonosobo.

Keistimewaan lain dari lokasi ini adalah kualitas airnya. Berbeda dengan kebanyakan mata air panas yang hanya cocok untuk mandi, air di Kalianget sudah dikonsumsi langsung oleh warga. Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Somogede, Subagio, memastikan air ini telah lulus uji laboratorium dan diperiksa secara berkala setiap tiga bulan.

READ  PWDPI(Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia) Bagi Takjil 500 Bungkus dan Buka Bersama

Dengan ilmu titen dan keilmuan pengobatan tradisional yang dimilikinya, Gus Zainal menilai air ini memiliki kandungan mineral sangat tinggi. “Air ini sangat berkhasiat membantu penyembuhan penyakit saraf, persendian, diabetes, gangguan jantung, hingga mengurangi stres. Asalkan digunakan dengan cara yang tepat, manfaatnya bisa dirasakan secara nyata,” ujarnya.

Ia pun menyarankan agar pemerintah daerah dan masyarakat setempat merapikan serta mengelola kawasan ini dengan baik. Gus Zainal juga menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi, antara lain dengan menggelar kegiatan dzikir pengobatan dan pelayanan kesehatan gratis yang memadukan potensi alam setempat dengan keilmuan yang dimilikinya.

“Kami ingin membantu masyarakat dan pemerintah dalam upaya menyehatkan bangsa dengan landasan kemanusiaan. Sekali lagi, saya tegaskan: tidak ada praktik komersial. Siapa pun yang butuh pertolongan, akan kami bantu sepenuh hati,” tegas Gus Zainal.

(Vio Sari)

Berita Terkait

Kasus Galian C Klaten: Polisi Periksa 5 Saksi dan Tunggu Hasil Inspektorat Tambang ESDM Merapi
Dukung Mobilitas Warga, Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah
H. Yoga Aris Trisnandar Tegaskan Kepengurusan MADA LMPI Jabar Sah Berdasarkan Dokumen Resmi
Girna Lizzy Mayda Yusuf Binti Muh. Yusuf Abdullah, Siswi SDIT Sultan Agung 5 Kriyan Kalinyamatan Jepara Berhasil Menghafal Juz 30 Al-Qur’an
Kapolri Mangkir dari Panggilan Sidang Praperadilan: Cermin Buruk Penegakan Hukum dan Urgensi Reformasi Institusi
Pergantian Tampuk Kepemimpinan BGN: Antara Badai Kepercayaan Publik, Kompetensi Akademis, dan Degradasi Moral Birokrasi
Ribuan Relawan Siap Bergerak ke Semarang, Kawal Sidang Sudewo Hingga Putusan Akhir
Potret Penyimpangan Tambang Jateng: Izin Tak Sesuai Lokasi Hingga Rusak Lingkungan, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:23

Gus Zainal Temukan Situs Kuno di Wonosobo Diduga Peninggalan Kerajaan Kalingga

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:16

Kasus Galian C Klaten: Polisi Periksa 5 Saksi dan Tunggu Hasil Inspektorat Tambang ESDM Merapi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:36

Dukung Mobilitas Warga, Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan di Bayah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:25

H. Yoga Aris Trisnandar Tegaskan Kepengurusan MADA LMPI Jabar Sah Berdasarkan Dokumen Resmi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:39

Girna Lizzy Mayda Yusuf Binti Muh. Yusuf Abdullah, Siswi SDIT Sultan Agung 5 Kriyan Kalinyamatan Jepara Berhasil Menghafal Juz 30 Al-Qur’an

Jumat, 5 Juni 2026 - 02:14

Kapolri Mangkir dari Panggilan Sidang Praperadilan: Cermin Buruk Penegakan Hukum dan Urgensi Reformasi Institusi

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:04

Pergantian Tampuk Kepemimpinan BGN: Antara Badai Kepercayaan Publik, Kompetensi Akademis, dan Degradasi Moral Birokrasi

Senin, 1 Juni 2026 - 12:53

Ribuan Relawan Siap Bergerak ke Semarang, Kawal Sidang Sudewo Hingga Putusan Akhir

Berita Terbaru