Anggota Komisi II DPR Dorong Evaluasi Program Retret Kepala Daerah Usai Maraknya OTT KPK

Rabu, 11 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta |RDN – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Indrajaya, mendorong dilakukannya evaluasi terhadap program retret atau pelatihan kepala daerah menyusul maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap sejumlah kepala daerah dalam beberapa waktu terakhir.

Indrajaya menilai gelombang penangkapan kepala daerah, mulai dari tingkat gubernur hingga bupati dan wali kota, menjadi indikator kegagalan proses pelatihan kepemimpinan yang selama ini dijalankan.

“Gelombang OTT ini adalah indikator kegagalan pelatihan kepemimpinan daerah,” ujar Indrajaya dalam keterangannya, Selasa (10/3).

Menurut dia, program retret pada dasarnya bertujuan menjadi forum konsolidasi kepemimpinan nasional bagi para kepala daerah. Namun, maraknya OTT belakangan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas program tersebut dalam membangun integritas pejabat publik.

Indra bahkan mencurigai program retret selama ini hanya menjadi agenda simbolik tanpa memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter dan integritas kepala daerah.

“Retret kepala daerah perlu dievaluasi secara serius. Tujuannya memang baik sebagai forum konsolidasi nasional, tetapi maraknya OTT menunjukkan kita perlu menilai kembali apakah materi retret benar-benar membentuk integritas atau hanya menjadi agenda simbolik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pelatihan nilai moral seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembinaan pejabat publik. Menurutnya, materi pelatihan tidak cukup hanya berfokus pada kedisiplinan, latihan fisik, atau metode semi-militer, melainkan harus menekankan etika penggunaan kekuasaan.

“Di era digital, tantangan kepemimpinan justru terletak pada etika kekuasaan. Karena itu, penguatan integritas harus menjadi inti dari pelatihan,” ujarnya.

Di sisi lain, Indra juga menyoroti sejumlah kasus korupsi kepala daerah yang dinilainya mencerminkan kegagalan proses kaderisasi politik di tingkat partai.

Ia menyinggung pernyataan Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang turut terjaring OTT dan mengaku tidak memahami aturan pemerintahan karena berlatar belakang sebagai artis.

READ  Wisata Kampoeng Rawa Ambarawa Dikeluhkan Pengunjung, Pelayanan Jadi Sorotan Saat Libur Lebaran

“Pernyataan tersebut menunjukkan kegagalan serius dalam proses kaderisasi politik,” kata Indra.

Diketahui, KPK terus melakukan penindakan melalui operasi tangkap tangan terhadap sejumlah kepala daerah sejak awal masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024.

Hingga kini, tercatat sekitar 11 kasus OTT yang menjerat kepala daerah.
Sementara itu, sejak awal 2026 setidaknya lima kepala daerah telah terjaring OTT. Mereka antara lain Wali Kota Madiun Maidi pada 19 Januari, Bupati Pati Sudewo pada 19 Januari, serta Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pada 3 Maret. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Kasus terbaru terjadi di Provinsi Bengkulu, di mana Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari dan Wakil Bupati Hendri diamankan pada Senin (9/3). Namun, hingga kini keduanya masih menjalani pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai tersangka.(Vio Sari)

Berita Terkait

Di Tengah Hiruk pikuk Kota, Suseno Hadirkan Kasih Sayang Bagi Kucing Terlantar di Semarang
Paguyuban Wacana Istiqomah Purwokerto Kabupaten Banyumas,Melaksanakan Hut ke 3
Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo, Bahas Undangan Acara Adat hingga Rencana Film Budaya Dayak
Menjaga Warisan Leluhur, Pasar Gang Baru Dikembangkan Sebagai Ikon Wisata Budaya
Menjaga Warisan Leluhur, Pasar Gang Baru Dikembangkan Sebagai Ikon Wisata Budaya
Sinergi Disbudpar dan Serikat Pekerja, Wujudkan Pariwisata yang Berkeadilan
Suka Investasi ? Beli ini aja, Rumah Layak Huni di Jual Murah di Semarang
Halal Bihalal DPD PPKHI Jawa Tengah Berlangsung Hangat, Perkuat Soliditas Antar Advokat

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 03:02

Di Tengah Hiruk pikuk Kota, Suseno Hadirkan Kasih Sayang Bagi Kucing Terlantar di Semarang

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:54

Paguyuban Wacana Istiqomah Purwokerto Kabupaten Banyumas,Melaksanakan Hut ke 3

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:31

Panglima Jilah Temui Jokowi di Solo, Bahas Undangan Acara Adat hingga Rencana Film Budaya Dayak

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:42

Menjaga Warisan Leluhur, Pasar Gang Baru Dikembangkan Sebagai Ikon Wisata Budaya

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:27

Menjaga Warisan Leluhur, Pasar Gang Baru Dikembangkan Sebagai Ikon Wisata Budaya

Selasa, 21 April 2026 - 01:24

Sinergi Disbudpar dan Serikat Pekerja, Wujudkan Pariwisata yang Berkeadilan

Senin, 20 April 2026 - 14:19

Suka Investasi ? Beli ini aja, Rumah Layak Huni di Jual Murah di Semarang

Jumat, 17 April 2026 - 12:55

Halal Bihalal DPD PPKHI Jawa Tengah Berlangsung Hangat, Perkuat Soliditas Antar Advokat

Berita Terbaru