Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Diperiksa di Polresta Banyumas Usai Terjaring OTT KPK

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cilacap|RDN – Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menjalani pemeriksaan awal di Gedung Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, Jumat siang.

Berdasarkan informasi di lapangan, bus pariwisata yang membawa Syamsul Auliya Rachman bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap tiba di Markas Polresta Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, sekitar pukul 16.15 WIB. Rombongan tersebut kemudian langsung memasuki Gedung Satreskrim untuk menjalani pemeriksaan awal.

Salah seorang anggota Polresta Banyumas mengatakan, dalam pelaksanaan OTT, KPK kerap memanfaatkan fasilitas kepolisian di daerah terdekat sebagai lokasi pemeriksaan awal terhadap pihak yang diamankan.

“Biasanya kalau KPK melakukan operasi, salah satu tempat akan meminjam fasilitas kepolisian di kabupaten atau kota terdekat untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujar personel polisi tersebut.

Dari pantauan wartawan di lokasi, sejumlah pejabat Pemkab Cilacap terlihat berada di dalam Gedung Satreskrim. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono.

Sekitar pukul 17.05 WIB, Sadmoko tampak keluar dari Gedung Satreskrim untuk menunaikan ibadah Shalat Ashar di Masjid Polresta Banyumas. Ia berjalan menuju masjid dengan didampingi personel kepolisian.

Namun saat dicegat awak media dan dimintai keterangan terkait kasus yang menjerat Bupati Cilacap, Sadmoko hanya tersenyum dan tidak memberikan penjelasan.

“Kita ikuti saja ya,” ujarnya singkat sebelum melanjutkan langkah menuju masjid.

Sekitar pukul 17.20 WIB, Sadmoko bersama sejumlah pejabat Pemkab Cilacap terlihat kembali memasuki Gedung Satreskrim setelah menunaikan ibadah Shalat Ashar.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. OTT tersebut merupakan operasi kesembilan yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026, sekaligus yang ketiga pada bulan Ramadan 1447 Hijriah.

READ  Polres Boyolali Ungkap Sindikat Penipuan Proyek KDMP Rp1,2 Miliar, Lima Tersangka Diamankan di Jakarta

“Benar,” kata Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.

Sesuai ketentuan hukum acara pidana, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk Bupati Cilacap yang merupakan kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah.

 

Vio Sari

Berita Terkait

Penemuan Mayat di Sawah Rumput Gajah Jepara Terungkap: Ahli Forensik Simpulkan begini
KECERIAAN BERUJUNG TRAGEDI: 3 MENINGGAL, 4 KRITIS SETELAH TERKENA SETRUM LISTRIK SAAT ARAK-ARAKAN DI BEKASI
Remaja 19 Tahun di Situbondo Dianiaya Okum TNI Pakai Selang Hanya Dugaan Ganggu Pacar, Vio Sari: Tindak Tegas Pelaku!
Pro Kontra Putusan Bebas Terdakwa Narkotika, Publik Soroti Dugaan Mafia Hukum di Pengadilan Negeri Pekalongan
Ketua DPD APDESI Jawa Barat Dilaporkan, Polisi Diminta Usut Dugaan Intimidasi dan Penyalahgunaan Senjata Api Secara Transparan
Polda Jateng Imbau Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak Usai Pelajar Di Kabupaten Semarang Beli Sajam via Medsos
Panitia Qurban Menghembuskan Nafas Terakhir, Saat Cuci Usus Sapi di Sungai Tenggelam
Meluruskan Logika Geopolitik dan Etika Kemanusiaan: Jawaban atas Paradoks Pembelaan Aktivisme Tanpa Prosedur

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:20

Penemuan Mayat di Sawah Rumput Gajah Jepara Terungkap: Ahli Forensik Simpulkan begini

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:13

KECERIAAN BERUJUNG TRAGEDI: 3 MENINGGAL, 4 KRITIS SETELAH TERKENA SETRUM LISTRIK SAAT ARAK-ARAKAN DI BEKASI

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:01

Pro Kontra Putusan Bebas Terdakwa Narkotika, Publik Soroti Dugaan Mafia Hukum di Pengadilan Negeri Pekalongan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:51

Ketua DPD APDESI Jawa Barat Dilaporkan, Polisi Diminta Usut Dugaan Intimidasi dan Penyalahgunaan Senjata Api Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:06

Polda Jateng Imbau Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak Usai Pelajar Di Kabupaten Semarang Beli Sajam via Medsos

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:17

Panitia Qurban Menghembuskan Nafas Terakhir, Saat Cuci Usus Sapi di Sungai Tenggelam

Senin, 25 Mei 2026 - 02:16

Meluruskan Logika Geopolitik dan Etika Kemanusiaan: Jawaban atas Paradoks Pembelaan Aktivisme Tanpa Prosedur

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:04

Resmi Dilaporkan: Oknum Advokat di Semarang Aniaya Anggota Polisi, Cederai Wibawa Hukum

Berita Terbaru