SMA Negeri 2 Pamekasan Tolak 1.022 Porsi Makan Bergizi Gratis, Diduga Ada Lele Mentah hingga Hidup

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan | RDN – Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, menolak sebanyak 1.022 porsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh SPPG As-Salman Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Senin (9/3/2026). Penolakan dilakukan setelah ditemukan ikan lele mentah, bahkan ada yang masih hidup di dalam paket makanan tersebut.

Menu MBG tersebut dikemas dalam kotak plastik yang berisi ikan lele mentah tanpa dicuci, disertai dua potong tahu dan dua potong tempe. Paket makanan tersebut merupakan jatah untuk para siswa selama tiga hari ke depan.

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Pamekasan, Moh Arifin, mengatakan pihak sekolah sengaja menolak menu MBG tersebut karena kondisinya dinilai tidak layak konsumsi dan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan siswa.
“Ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya amis, mentah bahkan ada yang masih hidup dan bergerak di dalam kotak plastik,” kata Arifin.

Menurutnya, bau amis dari ikan lele tersebut sangat menyengat dan diperkirakan dapat membusuk dalam waktu beberapa jam. Kondisi tersebut dinilai berisiko merusak makanan lain yang berada dalam satu kemasan.

Pihak sekolah juga khawatir jika makanan tersebut tetap dibagikan, siswa tidak akan membawanya pulang sehingga berpotensi menimbulkan masalah kebersihan di lingkungan sekolah.

“Baunya sangat amis. Siswa pun tidak ingin menerimanya,” ujarnya.

Paket MBG yang ditolak tersebut sedianya merupakan jatah makanan bagi siswa mulai Selasa hingga Rabu.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan.

Menurut Nanik, video yang beredar di media sosial hanya menampilkan sebagian isi menu sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh mengenai makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamekasan Pademawu Buddagan.

READ  Nelayan Temukan Jenazah di Perairan Laut Cilacap, Tim SAR Evakuasi Korban Kurang dari Dua Jam

“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” ujar Nanik dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Ia menambahkan, pihak BGN akan melakukan evaluasi terhadap proses distribusi dan penyajian menu MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(Vio Sari)

Berita Terkait

Operasi Senyap Resmob Polres Salatiga Bongkar Penimbunan Solar Subsidi, Puluhan Jerigen Disita
GABSI Minta Pemkab Semarang Tutup Celosia, Izin tak Lengkap
Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka
Nasabah BPR Gunungkinibalu Ungkap Kisah Pinjaman dan Sengketa Rumah di Pengadilan
Viral Tikus di Boks MBG SMKN 8 Semarang, Tim MBG Jateng Pastikan Bukan dari Ompreng
Tak Kunjung Dibayar PUPR, Warga Suka Baru Lampung Selatan Daftarkan Eksekusi ke PN Kalianda
Pembunuhan Berencana WN Singapura di Cilacap, Pelaku Diduga Terpicu Cemburu
Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:56

Operasi Senyap Resmob Polres Salatiga Bongkar Penimbunan Solar Subsidi, Puluhan Jerigen Disita

Senin, 13 April 2026 - 09:47

GABSI Minta Pemkab Semarang Tutup Celosia, Izin tak Lengkap

Minggu, 12 April 2026 - 04:05

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Kamis, 9 April 2026 - 04:32

Nasabah BPR Gunungkinibalu Ungkap Kisah Pinjaman dan Sengketa Rumah di Pengadilan

Jumat, 3 April 2026 - 04:16

Viral Tikus di Boks MBG SMKN 8 Semarang, Tim MBG Jateng Pastikan Bukan dari Ompreng

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:42

Tak Kunjung Dibayar PUPR, Warga Suka Baru Lampung Selatan Daftarkan Eksekusi ke PN Kalianda

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:14

Pembunuhan Berencana WN Singapura di Cilacap, Pelaku Diduga Terpicu Cemburu

Sabtu, 28 Maret 2026 - 00:25

Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

Berita Terbaru