
Ratudunianews | SEMARANG – Jawa Tengah kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan menjadi destinasi wisata nomor satu di Indonesia. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jateng, Endro Wicaksa, menyebutkan capaian kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai angka fantastis 75 juta orang.
Hal tersebut disampaikan Endro saat menerima audiensi DPD Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (FSP PAREKRAF) KSPSI Jawa Tengah, Senin (20/4/2026) di kantornya.
“Capaian 75 juta kunjungan ini menempatkan Jateng di peringkat pertama nasional. Ini adalah prestasi bersama, termasuk kontribusi besar dari para pekerja di lapangan,” ungkap Endro di hadapan rombongan yang dipimpin Ketua FSP PAREKRAF Jateng, Saifudin Ikhdom, dan didampingi Sekum DPP PAREKRAF, Muhammad Asrul Ramadhan, S.H., M.H.
Dibalik Angka Besar, Pemberdayaan SDM Jadi Kunci
Di balik capaian tersebut, pihak serikat pekerja menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Juhanah, pengurus FSP PAREKRAF sekaligus pegiat pemberdayaan, menekankan bahwa keterampilan pekerja harus terus diasah agar pelayanan tetap prima.
“Wisatawan datang pasti butuh salon, spa, dan jasa kecantikan. Kami mendidik pekerja secara gratis, mulai dari teknik potong rambut, make up pengantin, hingga manajemen usaha. Kalau pekerjanya terampil, tamu puas, Jateng makin juara,” jelasnya. Program ini sudah berjalan di 5 kabupaten dan akan diperluas menjelang May Day 2026.
Selain keterampilan, digitalisasi juga menjadi sorotan. Hamid, pencipta Aplikasi Johar, menjelaskan platform tersebut hadir untuk memudahkan pekerja mendapatkan akses pasar dan pelatihan.
“Lewat aplikasi ini, pekerja salon dan jasa lainnya bisa dapat order online dan penilaian. Saat ini sudah ada 500 pekerja yang tergabung dan targetnya tembus 1.000 sebelum Mei,” tambahnya, didampingi perwakilan pekerja jasa pijat (Topung).
*_Komitmen Bersama: Juara Kunjungan, Juara Kesejahteraan_*
Merespons hal tersebut, Endro Wicaksa menegaskan bahwa tingginya angka kunjungan harus berbanding lurus dengan kesejahteraan pekerja.
“Pekerja hotel, restoran, salon, adalah garda terdepan. Jangan sampai Jateng juara di kunjungan, tapi pekerjanya masih kesulitan. Disbudpar siap bersinergi penuh untuk memastikan itu,” tegasnya.
Sementara itu, Asrul Ramadhan menyatakan organisasinya siap mengawal hak-hak pekerja, mulai dari upah layak, jaminan sosial, hingga status kepegawaian yang jelas.
Dalam pertemuan ini disepakati pelibatan FSP PAREKRAF dalam berbagai event pariwisata, termasuk rencana Saresehan Pekerja Pariwisata dalam rangkaian May Day 2026 yang akan melibatkan Disbudpar, Disnakertrans, PHRI, dan asosiasi usaha.
“Kami ingin May Day 2026 menjadi momentum evaluasi. Juara dalam kunjungan harus dibarengi juara dalam perlindungan pekerjanya,” pungkas Haji Rahmat, Wakil Ketua FSP PAREKRAF Jateng.
Audiensi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan sesi ramah tamah serta foto bersama.
(Vio Sari)
