Pesawat Tanker Militer AS Jatuh di Tengah Operasi Epic Fury

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratudunianews | Washington DC – Tidak ada korban selamat dalam insiden jatuhnya pesawat militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Irak pekan ini. Semua enam awak yang ada di dalam pesawat militer AS itu dikonfirmasi tewas dalam insiden yang telah dibantah oleh Washington disebabkan oleh serangan Iran.

Pesawat militer AS jenis KC-135, yang merupakan pesawat pengisian bahan bakar di udara ini, jatuh di wilayah Irak bagian barat pada Kamis (12/3) waktu setempat, saat mendukung Operation Epic Fury, operasi militer AS bersama Israel dalam melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

“Seluruh enam awak pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS yang jatuh di Irak bagian barat kini telah dikonfirmasi meninggal dunia,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (14/3/2026).

Identitas enam personel militer AS yang tewas dalam insiden itu, sebut CENTCOM, masih dirahasiakan hingga 24 jam setelah keluarga-keluarga korban diberitahu.
Penyebab jatuhnya pesawat militer AS itu masih diselidiki secara menyeluruh. CENTCOM telah menegaskan bahwa pesawat KC-135 itu jatuh bukan akibat tembakan musuh atau tembakan sekutu (friendly fire).

“Situasi seputar insiden tersebut sedang diselidiki. Namun, jatuhnya pesawat tersebut bukan karena tembakan musuh atau friendly fire,” tegas CENTCOM dalam pernyataannya.

CENTCOM dalam pernyataan sebelumnya menyebut pesawat pengisian bahan bakar itu mengalami insiden saat mengudara di wilayah udara Irak, yang disebutnya sebagai “wilayah udara sekutu”.

(Vio Sari)

READ  Wilson Lalengke Diundang Dubes Rusia Mengikuti Telekonferensi Internasional tentang Kejahatan Perang di Wilayah Belgorod

Berita Terkait

Parade Militer Kelompok Separatis Azawad di Aljazair Picu Ketegangan Baru dan Sorotan Internasional
Mantap! Maroko Resmi Geser Afrika Selatan sebagai Kekuatan Industri Utama di Benua Afrika
Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Antara Harapan Publik dan Tuntutan Reformasi
Refleksi Kemanusiaan Idul Adha: King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Sepak Bola Senegal
Panama Tegaskan Dukungan Atas Rencana Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko Sebagai Solusi Tunggal Masalah Sahara
Pantai Gading Tegaskan Dukungan atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara
Tegaskan Kedaulatan Maroko Atas Sahara, Prancis Ambil Langkah Konkret Perluas Investasi dan Konsuler
Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Teguh atas Sahara Maroko

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:04

Parade Militer Kelompok Separatis Azawad di Aljazair Picu Ketegangan Baru dan Sorotan Internasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:07

Mantap! Maroko Resmi Geser Afrika Selatan sebagai Kekuatan Industri Utama di Benua Afrika

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:52

Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Antara Harapan Publik dan Tuntutan Reformasi

Senin, 25 Mei 2026 - 02:10

Refleksi Kemanusiaan Idul Adha: King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Sepak Bola Senegal

Minggu, 24 Mei 2026 - 01:37

Panama Tegaskan Dukungan Atas Rencana Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko Sebagai Solusi Tunggal Masalah Sahara

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:39

Pantai Gading Tegaskan Dukungan atas Kedaulatan Maroko di Wilayah Sahara

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:01

Tegaskan Kedaulatan Maroko Atas Sahara, Prancis Ambil Langkah Konkret Perluas Investasi dan Konsuler

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:58

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Teguh atas Sahara Maroko

Berita Terbaru