Kab.Semarang|RDN – Program bedah rumah yang digulirkan untuk membantu warga kurang mampu di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, diduga belum terealisasi secara maksimal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait transparansi pelaksanaan program tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap unit rumah dalam program itu disebut menerima anggaran tahun 2025 sebesar Rp15 juta. Dana tersebut dikabarkan disalurkan melalui Kepala Dusun (Kadus) Delisem.
Selain bantuan dana, kebutuhan lain dalam proses pembangunan disebut dipenuhi melalui penyediaan material bangunan dari salah satu toko di wilayah Ngaduman, Regunung, Plandong, Kota Salatiga.
Penerima manfaat program diketahui berada di sepanjang Jalan Klero–Suruh, Dusun Delisem, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Namun hingga Senin (6/4/2026), hasil penelusuran awak media di lapangan belum menunjukkan adanya realisasi signifikan. Rumah-rumah yang menjadi sasaran program belum terlihat mengalami pembangunan maupun perbaikan.
Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa dana bantuan sebenarnya telah turun dari pihak kecamatan. Meski demikian, hingga kini belum ada pelaksanaan fisik di lapangan.
“Informasinya dana sudah turun dari kecamatan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cukil, Slamet Budiyono, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan koordinasi internal dengan perangkat desa. Ia juga meminta agar informasi tersebut tidak dipublikasikan sebelum ada kejelasan lebih lanjut.
“Saya coba komunikasi dulu dengan perangkat desa, mohon jangan dipublikasikan dulu agar tidak mencuat,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait penyebab belum terealisasinya program tersebut.
Warga berharap pemerintah desa dan pihak terkait dapat segera memberikan kejelasan serta memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran.
Vio Sari
