JATENG|RDN– Menjelang hari raya atau momen berkumpul bersama keluarga, berbagai hidangan tradisional Nusantara mulai disiapkan untuk melengkapi suasana hangat di meja makan. Dua menu yang hampir selalu hadir dalam perayaan adalah opor ayam dan rendang. Kedua hidangan ini dikenal memiliki cita rasa kaya rempah serta menjadi simbol kebersamaan dalam tradisi kuliner Indonesia.
Opor ayam biasanya disajikan bersama ketupat atau lontong dengan kuah santan gurih berwarna kuning keemasan. Sementara itu, rendang dikenal sebagai hidangan daging dengan bumbu rempah yang dimasak lama hingga menghasilkan tekstur empuk dan rasa yang sangat kaya.
Bagi sebagian orang, memasak kedua menu tersebut sering dianggap cukup menantang, terutama bagi pemula. Pengolahan santan, teknik menumis bumbu, hingga pengaturan api menjadi faktor penting agar hasil masakan tidak gagal. Dengan teknik yang tepat, opor ayam dapat menghasilkan kuah gurih yang lembut, sementara rendang memiliki tekstur daging empuk dengan bumbu meresap sempurna.
Resep Opor Ayam Kuning Gurih Tradisional (resep bunda Vio)
Bahan utama:
1 ekor ayam, potong 8–10 bagian
1 liter santan kental dari 1 butir kelapa
500 ml santan encer
2 batang serai, memarkan
3 lembar daun salam
4 lembar daun jeruk
1 ruas lengkuas, memarkan
1 sendok teh gula
Garam secukupnya
3 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu halus:
6 siung bawang merah
4 siung bawang putih
4 butir kemiri sangrai
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
1 sendok teh ketumbar
½ sendok teh merica
Cara membuat:
Pertama, cuci potongan ayam hingga bersih lalu tiriskan agar tidak terlalu basah. Langkah ini penting untuk mengurangi aroma amis sekaligus membuat bumbu lebih mudah meresap ke dalam daging.
Panaskan minyak dalam wajan, kemudian tumis bumbu halus hingga harum. Setelah itu tambahkan serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas. Aduk hingga bumbu matang dan mengeluarkan aroma rempah yang kuat.
Masukkan potongan ayam ke dalam tumisan bumbu dan aduk hingga ayam berubah warna. Selanjutnya tuangkan santan encer terlebih dahulu sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
Masak dengan api sedang hingga ayam mulai empuk, kemudian tambahkan santan kental, gula, dan garam secukupnya. Aduk sesekali hingga kuah opor mengental dan berwarna kuning keemasan. Setelah ayam matang sempurna dan bumbu meresap, opor ayam siap disajikan.
Hidangan ini paling nikmat disantap bersama ketupat atau lontong serta taburan bawang goreng.
Resep Opor Ayam Kampung Rempah (resep bunda Vio)
Bahan:
1 ekor ayam kampung potong
1,2 liter santan
2 batang serai
4 lembar daun jeruk
3 lembar daun salam
1 ruas lengkuas
Garam dan gula secukupnya
Bumbu halus:
8 siung bawang merah
5 siung bawang putih
4 butir kemiri
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
1 sendok teh ketumbar
Cara membuat:
Cuci ayam kampung hingga bersih kemudian tiriskan. Haluskan seluruh bumbu hingga lembut, lalu tumis dengan sedikit minyak sampai harum.
Tambahkan serai, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas untuk memperkaya aroma rempah. Setelah itu masukkan potongan ayam kampung dan aduk hingga bumbu merata.
Tuangkan santan perlahan sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Masak dengan api kecil hingga ayam kampung menjadi empuk dan kuah sedikit mengental. Tambahkan garam dan gula sesuai selera.
Ayam kampung memiliki tekstur lebih padat sehingga membutuhkan waktu memasak lebih lama. Namun hasilnya akan menghasilkan cita rasa yang lebih gurih dan khas.
Tips Agar Opor dan Rendang Tidak Gagal
Beberapa tips penting agar masakan lebih sempurna antara lain menggunakan santan segar dari kelapa tua agar kuah lebih gurih, menumis bumbu hingga benar-benar matang sebelum menambahkan santan, serta memasak dengan api kecil agar santan tidak pecah.
Selain itu, untuk rendang, proses memasak harus dilakukan perlahan hingga santan menyusut dan bumbu meresap ke dalam daging. Teknik memasak lambat ini yang membuat rendang memiliki rasa kuat serta tekstur daging yang empuk.
Dengan mengikuti langkah yang tepat, opor ayam dan rendang dapat menjadi hidangan spesial yang tidak hanya lezat tetapi juga mempertahankan kekayaan tradisi kuliner Indonesia di setiap momen kebersamaan keluarga.
Vio Sari
